Saturday, January 22, 2011

Hati Seorang wanita

kembali menepikan hati pada malam yang larut
Berkaca pada sepotong hati wanita yang mempesona
bahwa hati wanita begitu lembutnya
hingga kadang tak menahu apa yang ia mau
Menangis pada harap rasa yang tak pasti

Mengaduk hangat ragam bahasa dalam pola-pola makna
Sesak pada hati yang mengekang seikat kata
Terpikat pada lentera yang merona, pada kelam yang menggigil,,,

Entahlah
aku sendiri bingung apakah yang hendak kutulis
apakah yang hendak kuungkap
semuanya berbaur jadi satu
yang pasti
rasa yang ada dalam hati ini tak bisa disalahkan
sepotong hati yang mencinta dua hati yang berbeda
atau sepotong hati yang mencinta hati seorang anak adam yang telah terpikat kembang setaman
Ataukah seorang sahabat yang mencinta sahabatnya sendiri

Malam ini
ada banyak hati yang tengah resah
yang mencoba menolak air mata untuk tidak jatuh membasahi pipi
atau mencoba tegar pada badai yang memporakporandakan hatinya yang selembut sutra

Hanya wanita-wanita tangguh yang mampu tersenyum dalam perih hatinya
Hanya wanita-wanita yang berhati suta yang mengikhlaskan lara hati untuk cinta yang sedang mengepak bukan atas dirinya
Hanya kami para wanita yang menahu hati kami

dan Hanya seorang anak adam sejati yang Tangguh dan Penuh Kasih yang mampu memperoleh hati seorang Wanita tanggug seperti ibu yang tak mengenal lelah membuka matanya pada kelam malam tangis bayinya yang dahaga Cinta

Sepotong hati yang resah ini tengah belajar mengendalikan kelemahan itu dengan semangat untuk selalu mengerjakan hal-hal yang produktif dan berguna...

Para Wanita
Mari Tunjukkan bahwa kita memang pantas untuk dimiliki oleh pria yang mencintai kita sepenuh hati....

2 comments:

  1. "Ataukah seorang sahabat yang mencinta sahabatnya sendiri"
    ahaha...jangkrik..!!!

    ReplyDelete
  2. Hahahahaha.....

    Hedew,,,,
    Aku wes ora
    mbak imey kui...
    eh keceplosan...
    hihihihihi

    ReplyDelete