Thursday, March 24, 2011

Aromanya yang menenangkan

Sejenak penat terasa menyesak di kepala. Pusing mikirin tugas-tugas kuliah yang bejibun, gak ada duit buat bertahan idup, ditagih bayar utang, hefhhhh. Pusing banget rasanya, sebenernya bukan maksud hati mau curhat ini, hanya sekedar mengungkapkan rasa hati yang udah full bejibun ma masalah. Tapi resiko orang idup, pastinya mesti ketemu ama yang namanya masalah dan gak mungkin hidup tu lempeng aja, kaya jalan tol. Aduh, ga bisa ngebayangin juga kalo hidup gue lempeng kaya penggaris, gak bisa nangis-nangis, gak bisa ketawa ngakak-ngakak, gak pernah belajar dan gak bisa jadi dewasa. So, Whatever happen, live must go on.

Perasaan malam ini dingin banget, jam shiftku telah berlalu
"hoahm, hah udah jam 03.00, hadew, musti pulang neh". Gak nyadar kalo udah lewat 2jam, hummm tugasku baru kelar.
" Arghh, sebodo, ngantuk banget. Pulang aja lah". Aku pun beranjak dari kursi operator, membereskan ransel kuliahku yang masih penuh dengan batu bata ( mo bangun rumah kale ..batu bata, Buku maksudnya, saking beratnya tasku, seakan bawa batu bata..hehehe, garing banget sih..Biarin deh, yang penting lega deh :D)
" Eh, ron. Aku pulang ya, makasih neh, sorry dah ngambil jatah shiftmu.hehehe" pamitku pada Roni, partner shiftku malam ini.
" santai aja mbak, aku juga jadi bisa tidur, hehe, malah terima kasih neh dah mau jagain" kata tu anak nyengir.
" Ok sama-sama deh, yo dah aku pulang dulu, besok kuliah pagi.
" OK mbak, ati-ati"
" Sip....."

Kulangkahkan kaki gontai, seraya sesekali melamun, memandang rembulan yang malu-malu menyembunyikan wajah sayunya dibalik awan malam. Rutinitas yang menyenangkan, melelahkan, penuh tantangan, kerja sambilan dan kuliah, pulang hingga pagi hari. But, It doesn't matter, toh aku enjoy banget dengan rutinitas ku.
" kruyuuk-kruyuk,,,,", eh perutku bunyi. Dah laper ternyata.
Seperti biasa, jika panggilan alamiah datang saat tengah malam atau pagi buta, maka burjo dekat kosku.
" A', biasa....Kopi ma mie dog-dog"....
" okey mbak..."
Aroma kopi yang harum dan mie dog-doh yang nyummi, hemmmmmm, aduh tambah laper aja neh.
"bungkus yo a'"..kataku.
Sambil menanti pesenanku selesai, fikirku kembali mengemabara, siring dengan sinetron kolosal misteri gunung merapi yang diputar di TV.
" mbak, ini pesanannya "....
akupun terjaga dari lamunanku, kembali pada alam nyata.
" makasih mas, sembari kuulurkan uang untuk membayar"

Tak selang lama, aku telah berada di dalam kamarku. Menghirup aroma kafein secangkir kopi manis yang begitu menenangkan, membuat saraf-saraf yang tegang menjadi lebih rileks. Kini tak lagi mengembara, hanya tengah menghirup aroma kopi yang selalu membuatku tergoda untuk meneguknya lebih banyak setiap perasaan ini tengah dilanda resah. Sembari menghangatkan perut yang lapar dengan mie instan yang di masak dengan sayur sawi, telur, dan berkuah gurih, hummmmmm,,,,,,benar-benar nikmat yang perlu disyukuri. Mie, makanan yang begitu membuatku selalu ingin makan. Terobsesi dengan mie yang ada di Jepang, menyantapnya saat panas dan menghabiskan semangkok besar mie yang gurih. Hemmmmmm, perpaduan aroma kopi yang wangi dan aroma mie yang gurih, tidak hanya menenangkan tapi juga mngenyangkan ( tentu saja, tak akan kenyang hanya dengan menghirup aromanya tanpa menyantapnya, hehehe).

Berkali-kali, perasaan tak enak, resah serta ketidakpastian hati membuat pikiran melayang-layang. Mengembara entah kemana, tapi makan mie ( mie dog-dog khususnya) dan meminum kopi akan membuat perasaan lebih tenang dan perut lebih kenyang (hehehehehe.....tentu saja).

Aroma secangkir kopi
membuatku melupakan pahitnya rasa di hati....
Aroma secangkir kopi yang membuatku terjaga atas mimpi-mimpiku yang tak nyata
Aroma secangkir kopi yang membuatku mampu berdiri tegak menatap nyata yang pahit adanya......

Mari Ngopi untuk menenangkan hati......

Mari nge-mie untuk mengenyangkan perut...
hahahahhahaa

No comments:

Post a Comment